Mengenang Bapak (2)

Saya kembali akan mengenang Bapak, yang saat ini sudah 1000 hari lebih meninggalkan kami: Ibu, saya, dan empat anak lainnya.

Ingatan saya melayang ke suatu masa; masa ketika saya kecil, ketika (seingat saya) adik perempuan tertua belum lahir, dan ketika tidur malam masih seranjang dengan kedua orang tua tercinta. Kenapa seranjang? Karena memang tidak ada ranjang lain saat itu. Saya pun, mungkin juga Bapak dan Ibu, saat itu memang tidak mengenal pemisahan tempat tidur antara anak dan orang tua. Jadi tidurlah saya diapit Bapak dan Ibu. Pada malam-malam lainnya, kami tetap tidur bertiga dengan variasi posisi yang acak. Kadang saya di posisi terluar, entah itu di samping Ibu atau beradu-pantat dengan Bapak.
Baca entri selengkapnya »

Mengenang Bapak (1)

Wajar, jika setiap anak yang punya bapak dan kebetulan bapaknya baik luar biasa, akan selalu bilang bahwa bapaknya lah yang terbaik. Begitu juga yang saya katakan terhadap almarhum Bapak saya.

Penyakit liver dan komplikasi kanker hati, menggerogoti fisik beliau hanya dalam tempo kurang lebih 3 bulan. Saya hanya sempat tahu dan terkejut luar biasa, saat mendapati tubuh beliau yang sangat kurus; jauh berbeda dengan apa yang saya lihat saat terakhir kali pulang kampung — 6 bulan lalu. Bapak saat itu terlihat gemuk, sehat, bertenaga; sebagaimana yang saya kenal posturnya sejak saya kecil. Saat itu saya masih melihat sinar mata Bapak yang masih mencerahkan, namun liver telah membuatnya menguning. Pipi Bapak cekung. Saya benar-benar terenyuh saat pertama kali melihatnya…
Baca entri selengkapnya »

Musibah Petang Hari

Petang ini, tepatnya setelah magrib, di pertigaan lampu merah ringroad dekat kompleks. Istri tercinta lagi telepon. Becanda mesra2 dikit, lewat telepon nempel kuping yang ditahan sama tangan kanan. Handbrake sudah dinaikkan. Persneling netral. Tangan kiri nyantai di atas setir.

Tiba2, jedug!! Mesin mati. Kaget. Kirain ngajol. Dan, otomatis percakapan via telepon dengan istri terhenti. Curiga, noleh ke belakang. Sang pengemudi terlihat buka pintu mobilnya, yang ternyata mobil sejuta ummat. Avanza. Ahhh… bemper gue pasti kena. Karena berasa kuenceng ketabraknya.
Baca entri selengkapnya »

Saatnya Terjun

Hari ini saya berangkat siang ke kantor. Sudah izin terlebih dulu ke atasan untuk rencana yang agak mendadak itu. Pagi nganter anak yang pertama ke sekolah (TK). Agak siangan dikit nganter si kecil kontrol ke dokter. Makanya sekalian berangkat siang, karena istri punya agenda lain: ngunjungin kantornya di Jakarta setelah kurang lebih 2 minggu dia off, dan katanya… lumayan cukup menurunkan IQ-nya.

Sekitar jam 9-an lewat, menjelang keberangkatan ke Jakarta sembari nanti jemput teteh, saya dapet SMS dari adik perempuanku di Madura. Minta cepet ditelepon, katanya. Ooops! Ada apa lagi neh, sekalipun sempet nebak mungkin masalah adik laki2ku yang belakangan ini lagi mbalelo.
Baca entri selengkapnya »

Nulis Cepat

Nulis di media online, memang tak harus panjang lebar. Orang yang sedang berkegiatan di internet sangat multitasking, oleh karena itu browser yang digandrungi para netter yang punya feature “tabbing”. Sebagian besar buat bersenang-senang, tidak untuk membaca serius layaknya koran cetak konvensional, apalagi novel.

Karena itulah, begitu saya browsing template WordPress yang cocok untuk blog ini; saya temukan template ini: P2. Bergaya microblogging, layaknya Twitter.
Baca entri selengkapnya »

Mencoba LATEX

Bagi yang terbiasa dengan penulisan rumus (matematika, kimia, fisika, etc.), mungkin sudah mengenal apa itu LATEX. Berikut ini contohnya:

i\hbar\frac{\partial}{\partial t}\left|\Psi(t)\right>=H\left|\Psi(t)\right>

Built-in syntax yang sudah dinject ke WP di atas saya ambil dari contoh penulisan di sini.

« Entri lama